Kapasitas kecerdasan anak dimulai sejak usia dini. Jauh di bawah usia sekolah. Hasil penelitian Depdiknas menyebutkan pada usia 4 tahun, kecerdasan anak mencapai 50 persen. Sedangkan pada usia 8 tahun kapasitas kecerdasan anak yang sudah terbangun mencapai 80 persen.
KECERDASAN baru mencapai 100 persen setelah anak berusia 18. Karena itu, pendidikan pada usia dini (PADU) sangat penting untuk membantu anak mengembangkan kecerdasannya.
Sayangnya, pendidikan usia dini justru belum banyak mendapat perhatian banyak pihak. Hasil pendataan Depdiknas tahun 2004, baru 31,4 persen dari 11,5 juta anak usia 0–6 tahun yang mendapat pendidikan. Padahal, pendidikan anak dini usia merupakan investasi untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan ceria.
Ada persamaan persepsi di kalangan ahli pendidikan di seluruh dunia tentang kesiapan anak untuk belajar saat memasuki jenjang pendidikan dini. Mereka menekankan betapa pentingya pendidikan prasekolah. Perluasan pendidikan yang mulai digalakkan untuk pendidikan prasekolah sudah saatnya menjadi salah satu program pembangunan pendidikan.
Berbagai penelitian juga menyimpulkan, perkembangan yang diperoleh pada masa usia dini sangat memengaruhi perkembangan anak pada tahap berikutnya dan meningkatkan produktivitas kerja di masa dewasanya. Pendidikan dini bukan hanya memiliki fungsi strategis, tetapi juga mendasar dan memiliki andil memberi dasar kepribadian anak dalam sikap, perilaku, daya cipta dan kreativitas, serta kecerdasan kepada calon-calon SDM masa depan. Para ahli teori perkembangan menyebut usia dini sebagai the golden age (masa emas).
Sejak lahir anak memiliki lebih kurang 100 miliar sel otak, sel-sel saraf ini harus rutin distimulasi dan didayagunakan agar terus berkembang jumlahnya. Pertumbuhan otak anak ditentukan bagaimana cara orangtua mengasuh dan memberikan makan serta memberikan stimulasi pendidikan.
Dari aspek pendidikan, stimulan dini sangat diperlukan guna memberikan rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan anak yang mencakup penanaman nilai-nilai dasar (budi pekerti dan agama), pembentukan sikap (disiplin dan kemandirian), dan pengembangan kemampuan dasar (berbahasa, motorik, kognitif, dan sosial).
Harus Seimbang
Ketika anak memasuki fase keemasan (0–5 tahun), ia membutuhkan proses pendidikan yang mengarah pada perkembangan intelectuall quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ) secara seimbang dengan berbagai metode.
Para pakar ilmu sosial sebenarnya masih beragumentasi mengenai apa sesungguhnya yang membentuk IQ seseorang. Tapi kebanyakan profesional setuju IQ dapat diukur dengan suatu alat tes intelegensia standar yang mencakup kemampuan verbal dan noverbal, termasuk daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, konsepsi, persepsi, pengolahan infomasi, dan kemampuan abstraksi. Namun, semua hasil tes ini bersifat temporer. Hasil tes IQ yang baik juga bergantung beberapa hal, misalnya latihan stimulasi dan kondisi fisik yang dialami anak. Di sisi lain, perilaku, kesehatan mental, pendidikan dan nilai yang dianut ibu, faktor keluarga, dan perkembangan usia juga memungkikan perolehan hasil yang baik.
Pada perkembangannya, IQ tinggi bukan menjadi jaminan keberhasilan seorang anak kelak. Karena tes IQ yang merupakan cikal-bakal pengukur kecerdasan itu hanya mengukur kapasitas logika dan bahasa atau verbal anak. Bahkan, para ahli memperkirakan IQ hanya menyumbang 20 persen dari keberhasilan seseorang menjalani profesinya setelah lulus sekolah. Apalagi setelah lahir teori multiple intellignece atau kecerdasan ganda yang dikemukakan Howard Gardner.
Teori yang didasarkan atas berbagai penelitian ilmiah dari berbagai ilmu pengetahuan, dari psikologi sampai antropolodi dan biologi ini memformulasikan tujuh jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan linguistik, logika-matematika, kinestetik, spasial, bermusik, interpersonal dan intrapersonal.
Melalui penemuannya ini Gardner menyatakan semua manusia memiliki seluruh kecerdasan ini, tapi tidak ada dua orang yang sama, walau kembar sekalipun, dan ini terjadi berkat pengaruh genetik dan lingkungan yang berbeda pada setiap orang.
Walaupun begitu, anak yang cerdas tak melulu cerdas kognitif (IQ). Tanpa kecerdasan emosional (EQ), anak sulit mengembangkan kepribadiannya.
Berbagai penelitian dalam bidang psikologi anak membuktikan anak-anak dengan kecerdsaan emosional yang tinggi adalah anak-anak yang bahagia, percaya diri, populer, dan lebih sukses. Mereka lebih mampu menguasai gejolak emosinya, menjalin hubungan yang manis dengan orang lain, bisa mengatasi stres, dan memiliki kesehatan mental yang baik.
Dengan demikian, terbukti kecerdasan emosional diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah dalam hidup ini dan menjadi dasar menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab, penuh perhatian, dan cinta kasih serta produktif.
Terakhir, cerdas spiritual, yaitu landasan dari seluruh kecerdasan. Karena anak yang saleh (cerdas spiritual), dia pasti cerdas. Sementara anak yang cerdas belum tentu saleh. Dalam hal kesalehan ini yang perlu dilakukan orangtua adalah bagaimana agar anak memiliki akhlakul karimah seperti Rasulullah saw., yang memiliki sifat sidik, amanah, dan fatonah.
Orangtua Paling Berperan
Untuk mendorong perkembangan kecerdasan anak secara optimal, orangtua berperan penting dalam memberikan stimulasi. Karena di usia balita anak banyak menghabiskan waktu di lingkungan rumahnya, orangtua harus lebih kreatif memanfaatkan kondisi keseharian sebagai media belajar anak.
Apa yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu pembentukan IQ si kecil? Idealnya memang, sejak kehamilan ibu sudah memperhatikan asupan nutrisi dan stimuli-stimuli dari luar yang dapat berpengaruh pada perkembangan otak si kecil.
Perlu diketahui, perkembangan sel otak terpesat pada anak terjadi pada masa balita, sehingga pada masa ini sering disebut masa keemasan anak. Untuk itu, selain pengalaman indra yang merangsang aktivitas dan mematangkan kerja otak, anak juga memerlukan nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembang otaknya.
Alternatif lain yang disarankan ahli adalah memperdengarkan musik klasik sejak bayi dalam kandungan hingga usia balita. Penelitian menunjukkan mendengarkan atau belajar musik, terutama musik klasik bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbicara, pendengaran, rasa percaya diri, kemampuan koordinasi, bahkan mengoptimalkan kecerdasan anak.
Sementara itu, stimulasi dalam pengembangan kecerdasan mental dan emosional bisa dilakukan orangtua dalam setiap aspek kehidupan anak.
Apa yang alami dalam kehidupan sehari-hari akan menentukan bagaimana anak bersikap, bertingkah laku, termasuk pola tanggap emosi. Semua pengalaman emosi di masa kanak-kanak dan remaja akan membentuk sirkuit penentu kecerdasannya. Tanggapan, belaian, maupun bentakan yang menyakitkan dan sebagainya akan masuk ke gudang emosi yang berpusat di otak.
Dalam membantu perkembangan kecerdasan emosional anak, orangtua setahap demi setahap dapat merekayasa pengalaman-pengalaman yang dapat membesarkan hati anak dan memungkinkan koreksi atas temperamen anak. Agar anak mampu mengontrol emosinya dan menjaga agar tindakannya tidak dikendalikan emosi semata, anak harus diajarkan memahami apa yang yang diharapkan dari dirinya. Si kecil juga harus mengerti tiap tindakan membawa konsekuensi baik pada dirinya maupun orang lain. Makin sering anak berlatih mengelola emosi, seperti meredakan marah atau kecewa, makin inggi kemampuannya mengelola emosi.
Selain itu, orangtua juga perlu berhati-hati karena seperti juga kecerdasan kognitif, kecerdasan emosi merupakan kondisi yang netral secara normal. Jadi, hendaknya orangtua selalu menggunakan “kompas moral” dalam membimbing si kecil.
Blogger Tempelet
Selasa, 04 Januari 2011
Minggu, 26 Desember 2010
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Sabtu, 25 Desember 2010
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Sharing Internet untuk 2 PC dengan Bridge Windows
Tutorial Jaringan kali ini erat sekali hubungannya dengan tutorial penulis sebelumnya, yakni mengenai “Koneksi 2 PC menggunakan kabel Cross”, sehingga sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, penulis sarankan untuk membaca artikel tersebut.
Bagi seorang yang memiliki akses internet di rumah mungkin pernah menemui kasus seperti bagaimana caranya membagi koneksi internet hanya untuk 2 pc. Bisa saja menggunakan switch atau hub, kemudian memasangkan kabel modem adsl ke dalam switch atau hub tersebut kemudian membagi koneksi berdasarkan topologi jaringan star. Penulis rasa ini hanya menghabiskan resource saja, dan dana yang keluar tentunya lebih besar lagi. Kira-kira gambarannya adalah seperti ini :

Dibutuhkan satu buah switch, sekitar beberapa minggu yang lalu penulis cek harga hub 8 port itu sekitar Rp 250 ribu. :(, dan dibutuhkan 2 kabel jenis strike, di tambah 4 buah RJ 45, hmmm... berapa kira-kira dana yang habis di keluarkan ?? Kurang lebih sekitar Rp 270 ribu. :( Mungkin bisa kurang. Tergantung yang jual temen atau bukan. Harga temen sekitar ... Lah jadi jualan ?? :D~~
Beda halnya jika kita menggunakan topologi bus yang hanya membutuhkan satu buah lan card tambahan, dipasang pada salah satu pc, dan satu buah kabel jenis cross, tentunya bisa meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan, satu buah lan card harganya sekitar Rp 45 ribu. Sisanya bisa dipakai untuk pedi cure dan medi cure ... :D~~ Ya, kira-kira gambaran dari topologi bus yang dapat meminimalisir pengeluaran, seperti ini :

Hanya dibutuhkan satu buah lancard tambahan, dan satu buah kabel cross. Lan card tambahan dipasang di salah satu pc, dan pc ini harus terhubung secara langsung ke modem adsl, seperti pada gambar di atas. Dengan kata lain, 2 lan card inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bridge. Perlu diketahui bridge dalam windows XP biasanya hanya memiliki satu alamat IP.
Penulis tegaskan kembali, teknik yang satu ini berbeda dengan teknik ketika anda membuat dial connection type PPoE (biasanya digunakan pada broadband ADSL). Dial connection langsung dari PC berakibat pc yang mendial connection tersebut akan memiliki IP Public. Nah itu adalah alasan penulis membuat artikel ini. Dengan kata lain, pada teknik ini yang memiliki ip public nantinya adalah si modem itu sendiri. Bukan PC yang melakukan Dialing connection. PC di sini hanya berfungsi sebagai bridge saja. Bukan mendial connection.
Setelah terpasang jaringan seperti pada gambar, langkah selanjutnya adalah menyetting komputer yang memiliki 2 lan card tersebut.
1. Klik Start > Run > ketik Regedit [enter]
2. Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesTcpipParameters
3. Ubahlah Nilai dari “IPEnableRouter” menjadi 1
4. Tutup Regedit.
5. Restart PC.
Langkah selanjutnya adalah membuat bridge dari 2 LAN Card pada pc tersebut. Caranya adalah, masuk ke Control Panel ? Network Connection, kemudian klik kanan dan pilih bridge connection.

Tunggu sebentar hingga terdapat 1 koneksi baru, yaitu network bridge.

Kemudian klik kanan Network Bridge tersebut, pilih properties, pada adapters centang 2 lancard yang akan dijadikan bridge,

pada This Connection Use the following items, pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik button Properties. Untuk pengisian IP Address, di haruskan 1 class dengan modem adsl, pada gambar ini terlihat, PC yang di jadikan Bridge mempunyai IP, 192.168.1.2, dan Modem ADSL sebagai Gatewaynya adalah 192.168.1.1, Preferres DNS server di sini adalah DNS milik ISP.

Selesai kemudian Ok.
Selanjutnya adalah settingan pada client, yakni di haruskan untuk menggunakan IP Class yang sama dengna bridge, anda bisa menggunakan 192.168.1.3 – 192.168.1.254, dengan Default Gatewaynya mengarah kepada Bridge, yakni 192.168.1.2, dan DNS Server mirip dengan propertiesnya bridge. Ya, selesai, anda sudah dapat menggunakan fasilitas bridge ini untuk berinternet ria.
Terima Kasih.
Greetz : b_scorpio, abuzahra, peterpanz, kandar, phii_, syahrilrohman, ivan, dr.emi, safril, hg_, rux, d2n, dent_, minangmedia, riezno, Lapak-online Team!
Postingan yang mungkin berhubungan:
Bagi seorang yang memiliki akses internet di rumah mungkin pernah menemui kasus seperti bagaimana caranya membagi koneksi internet hanya untuk 2 pc. Bisa saja menggunakan switch atau hub, kemudian memasangkan kabel modem adsl ke dalam switch atau hub tersebut kemudian membagi koneksi berdasarkan topologi jaringan star. Penulis rasa ini hanya menghabiskan resource saja, dan dana yang keluar tentunya lebih besar lagi. Kira-kira gambarannya adalah seperti ini :
Dibutuhkan satu buah switch, sekitar beberapa minggu yang lalu penulis cek harga hub 8 port itu sekitar Rp 250 ribu. :(, dan dibutuhkan 2 kabel jenis strike, di tambah 4 buah RJ 45, hmmm... berapa kira-kira dana yang habis di keluarkan ?? Kurang lebih sekitar Rp 270 ribu. :( Mungkin bisa kurang. Tergantung yang jual temen atau bukan. Harga temen sekitar ... Lah jadi jualan ?? :D~~
Beda halnya jika kita menggunakan topologi bus yang hanya membutuhkan satu buah lan card tambahan, dipasang pada salah satu pc, dan satu buah kabel jenis cross, tentunya bisa meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan, satu buah lan card harganya sekitar Rp 45 ribu. Sisanya bisa dipakai untuk pedi cure dan medi cure ... :D~~ Ya, kira-kira gambaran dari topologi bus yang dapat meminimalisir pengeluaran, seperti ini :
Hanya dibutuhkan satu buah lancard tambahan, dan satu buah kabel cross. Lan card tambahan dipasang di salah satu pc, dan pc ini harus terhubung secara langsung ke modem adsl, seperti pada gambar di atas. Dengan kata lain, 2 lan card inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bridge. Perlu diketahui bridge dalam windows XP biasanya hanya memiliki satu alamat IP.
Penulis tegaskan kembali, teknik yang satu ini berbeda dengan teknik ketika anda membuat dial connection type PPoE (biasanya digunakan pada broadband ADSL). Dial connection langsung dari PC berakibat pc yang mendial connection tersebut akan memiliki IP Public. Nah itu adalah alasan penulis membuat artikel ini. Dengan kata lain, pada teknik ini yang memiliki ip public nantinya adalah si modem itu sendiri. Bukan PC yang melakukan Dialing connection. PC di sini hanya berfungsi sebagai bridge saja. Bukan mendial connection.
Setelah terpasang jaringan seperti pada gambar, langkah selanjutnya adalah menyetting komputer yang memiliki 2 lan card tersebut.
1. Klik Start > Run > ketik Regedit [enter]
2. Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesTcpipParameters
3. Ubahlah Nilai dari “IPEnableRouter” menjadi 1
4. Tutup Regedit.
5. Restart PC.
Langkah selanjutnya adalah membuat bridge dari 2 LAN Card pada pc tersebut. Caranya adalah, masuk ke Control Panel ? Network Connection, kemudian klik kanan dan pilih bridge connection.
Tunggu sebentar hingga terdapat 1 koneksi baru, yaitu network bridge.
Kemudian klik kanan Network Bridge tersebut, pilih properties, pada adapters centang 2 lancard yang akan dijadikan bridge,
pada This Connection Use the following items, pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik button Properties. Untuk pengisian IP Address, di haruskan 1 class dengan modem adsl, pada gambar ini terlihat, PC yang di jadikan Bridge mempunyai IP, 192.168.1.2, dan Modem ADSL sebagai Gatewaynya adalah 192.168.1.1, Preferres DNS server di sini adalah DNS milik ISP.
Selesai kemudian Ok.
Selanjutnya adalah settingan pada client, yakni di haruskan untuk menggunakan IP Class yang sama dengna bridge, anda bisa menggunakan 192.168.1.3 – 192.168.1.254, dengan Default Gatewaynya mengarah kepada Bridge, yakni 192.168.1.2, dan DNS Server mirip dengan propertiesnya bridge. Ya, selesai, anda sudah dapat menggunakan fasilitas bridge ini untuk berinternet ria.
Terima Kasih.
Greetz : b_scorpio, abuzahra, peterpanz, kandar, phii_, syahrilrohman, ivan, dr.emi, safril, hg_, rux, d2n, dent_, minangmedia, riezno, Lapak-online Team!
Postingan yang mungkin berhubungan:
- Konfigurasi Linux sebagai Gateway Internet
Di tutorial jaringan komputer kali ini saya akan menjelaskan proses installasi linux yang nantinya akan dijadikan sebagai gateway internet. Btw, gateway itu sendiri memiliki definisi... - Koneksi 2 PC menggunakan kabel Cross
Seorang gila jaringan mungkin ada yang sampai hati untuk membawa-bawa kabel utp jenis crossing lengkap dengan laptop dalam tas gendongnya setiap saat. Penulis pun pernah... - Sistem Quota ala Speedy dengan Squish
Hufff, dah lama kita nggak ketemu. :D~~ Kira-kira beberapa bulan yang lalu, saya mencoba mencicipi layanan speedy personal, dan nggak kerasa, baru sekitar 10 hari,... - Simulasi Jaringan dengan Netkit2 – bag 1 Routing
Proses Installasi Netkit2Salam.Setelah berlama-lama surfing, akhirnya saya mendapatkan aplikasi yang cocok bagi seorang admin jaringan pemula. Netkit2. Netkit menurut sang pembuatnya merupakan The poor man’s...
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
DNS Awari : Blokir Situs Porno dan Konten Berbahaya
Dalam tutorial jaringan komputer kali ini penulis coba akan bahas DNS Awari. Mungkin beberapa dari anda ada yang belum mengetahui info akan adanya DNS khusus dari Awari yang menangani filter web porno dan konten-konten berbahaya. Meskipun info ini telah ada beberapa bulan yang lalu namun penulis akan coba mendokumentasikannya, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda yang belum mengetahuinya.Cara pemblokiran situs porno dan konten berbahaya sangat mudah, tinggal masuk ke dalam Control Panel | Network Connections kemudian gunakan IP DNS Awari di bawah ini untukdi masukkan ke dalam Preferred DNS dan Secondary DNS pada TCP/IP Properties.
203.34.118.10
203.34.118.12
Berikut adalah konfigurasi untuk sistem operasi lain :
cara mengkonfigurasi DNS untuk windows XP
cara mengkonfigurasi DNS untuk Linux dengan koneksi ADSL
cara mengkonfigurasi DNS untuk MacOS
Selamat Mencoba.
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Menjelajah Internet secara Anonim dengan TOR (The Onion Router)
Pada saat saya mencoba mencari informasi bagaimana mem-bypass internet blocking, saya mendapatkan informasi tentang project TOR ( The Onion Router), yang secara detail bisa dilihat di www.torproject.org.
Sekilas kalimat dari website TOR :
Pada saat saya mencoba mencari informasi bagaimana mem-bypass internet blocking, saya mendapatkan informasi tentang project TOR ( The Onion Router), yang secara detail bisa dilihat di www.torproject.org.
Sekilas kalimat dari website TOR :
Cara kerja dari TOR, tentunya dapat dilihat langsung pada website tersebut, namun secara singkat, TOR juga bisa dimanfaatkan untuk browsing secara anonym. Ketika kita menginstall software TOR (saya mengdownload versi yang built-int dengan firefox protable), otomatis di computer kita akan terinstall proxy server dan SOCKS server. Namun, proxy server tersebut terhubung ke Internet, dan berkomunikasi dengan banyak proxy server lain ( ada 18.000 lebih ), yang disebut dengan onion router. Semua permintaan dari browser kita, akan masuk ke dalam proxy server yang ada di computer kita, kemudian di-encrypt ke Onion Router lain, dan pada akhirnya akan ‘dikeluarkan’ dari onion router lain ke website sebenarnya.
Gambar berikut diambil dari website www.torproject.org :
Jadi, IP address kita bisa saja berubah secara dinamis ( 18.000 IP Address lebih ), dan tentu saja original IP address kita tidak akan pernah bisa terlacak karena terenkripsi dan di-masking oleh Onion Router lain yang kita juga tidak tahu.
Selain anonym, TOR juga bisa digunakan untuk membypass blocking Internet seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, karena pada dasarnya computer kita tidak mengeluarkan request HTTP sama sekali, melainkan mengeluarkan request melalui proxy server yang ada di dalam computer kita.
Cara install nya sangat mudah… karena tidak perlu di-install !!
Setelah di download, tinggal diextract, dan jalankan software Start Tor Browser.exe, maka akan muncul :
Pada saat yang sama, software akan menyalakan Firefox Portable, yang sudah memiliki plug-ins untuk TOR ( Perhatikan ada tulisan TOR enabled di kanan bawah ):
Setelah itu.. kita tinggal bebas mengetikkan apapun di URL Firefox tersebut, dan kita akan browsing secara anonym. Sebagai contoh, saya masuk ke www.ipgue.com :
Namun berhati-hatilah, karena anonym di sini adalah IP address Anda yang berubah. Apabila website yang dikunjungi memiliki ActiveX/JavaScript, maka website tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengambil informasi langsung dari computer Anda, yang ‘mungkin’ bisa membongkar anonimitas Anda.
Masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan dengan TOR, seperti membuka layanan web rahasia sehingga tidak terlacak IP address asli nya. Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan langsung download dan coba..
Sekilas kalimat dari website TOR :
Tor is free software and an open network that helps you defend against a form of network surveillance that threatens personal freedom and privacy, confidential business activities and relationships, and state security known as traffic analysis.
Tor protects you by bouncing your communications around a distributed network of relays run by volunteers all around the world: it prevents somebody watching your Internet connection from learning what sites you visit, and it prevents the sites you visit from learning your physical location. Tor works with many of your existing applications, including web browsers, instant messaging clients, remote login, and other applications based on the TCP protocol.
Saya cukup terkejut karena ternyata konsep Onion Router sudah ada sejak tahun 2002, dan akhirnya pada Januari 2010, ada Stable Release untuk software TOR tersebut.Pada saat saya mencoba mencari informasi bagaimana mem-bypass internet blocking, saya mendapatkan informasi tentang project TOR ( The Onion Router), yang secara detail bisa dilihat di www.torproject.org.
Sekilas kalimat dari website TOR :
Tor is free software and an open network that helps you defend against a form of network surveillance that threatens personal freedom and privacy, confidential business activities and relationships, and state security known as traffic analysis.
Saya cukup terkejut karena ternyata konsep Onion Router sudah ada sejak tahun 2002, dan akhirnya pada Januari 2010, ada Stable Release untuk software TOR tersebut. Cara kerja dari TOR, tentunya dapat dilihat langsung pada website tersebut, namun secara singkat, TOR juga bisa dimanfaatkan untuk browsing secara anonym. Ketika kita menginstall software TOR (saya mengdownload versi yang built-int dengan firefox protable), otomatis di computer kita akan terinstall proxy server dan SOCKS server. Namun, proxy server tersebut terhubung ke Internet, dan berkomunikasi dengan banyak proxy server lain ( ada 18.000 lebih ), yang disebut dengan onion router. Semua permintaan dari browser kita, akan masuk ke dalam proxy server yang ada di computer kita, kemudian di-encrypt ke Onion Router lain, dan pada akhirnya akan ‘dikeluarkan’ dari onion router lain ke website sebenarnya.
Gambar berikut diambil dari website www.torproject.org :
Jadi, IP address kita bisa saja berubah secara dinamis ( 18.000 IP Address lebih ), dan tentu saja original IP address kita tidak akan pernah bisa terlacak karena terenkripsi dan di-masking oleh Onion Router lain yang kita juga tidak tahu.
Selain anonym, TOR juga bisa digunakan untuk membypass blocking Internet seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, karena pada dasarnya computer kita tidak mengeluarkan request HTTP sama sekali, melainkan mengeluarkan request melalui proxy server yang ada di dalam computer kita.
Cara install nya sangat mudah… karena tidak perlu di-install !!
Setelah di download, tinggal diextract, dan jalankan software Start Tor Browser.exe, maka akan muncul :
Pada saat yang sama, software akan menyalakan Firefox Portable, yang sudah memiliki plug-ins untuk TOR ( Perhatikan ada tulisan TOR enabled di kanan bawah ):
Setelah itu.. kita tinggal bebas mengetikkan apapun di URL Firefox tersebut, dan kita akan browsing secara anonym. Sebagai contoh, saya masuk ke www.ipgue.com :
Namun berhati-hatilah, karena anonym di sini adalah IP address Anda yang berubah. Apabila website yang dikunjungi memiliki ActiveX/JavaScript, maka website tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengambil informasi langsung dari computer Anda, yang ‘mungkin’ bisa membongkar anonimitas Anda.
Masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan dengan TOR, seperti membuka layanan web rahasia sehingga tidak terlacak IP address asli nya. Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan langsung download dan coba..
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Fitur Loop Detection untuk mencegah Looping di Layer 2
Sekitar pertengahan tahun lalu, saya juga menulis artikel berjudul “Broadcast Storm Control – a network savior for looping”. Pada saat itu, fitur broadcast storm memang cukup menolong dalam beberapa instalasi jaringan yang saya alami. Looping memang masih bisa terjadi, walaupun dengan fitur tersebut, maka CPU utilization tidak akan mencapai 100% sehingga switch masih bisa bekerja melayani proses switching. Bagi yang belum membaca artikel di atas, mungkin bisa dengan mudah mengatakan, kenapa tidak mengaktifkan saja fitur Rapid Spanning Tree untuk mencegah looping ? Tentu saja tidak semudah itu, karena RSTP hanya berjalan pada switch yang mendukung RSTP atau STP. Apa yang terjadi apabila ada banyak switch yang unmanaged, atau tidak mendukung STP, namun ada user yang dengan ‘sengaja’ maupun tidak sengaja menancapkan kabel UTP dari salah satu port menuju port lain nya di VLAN yang sama di switch yang sama ? Tentu akan terjadi looping, bukan ?
Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut
mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut.
Sekitar pertengahan tahun lalu, saya juga menulis artikel berjudul “Broadcast Storm Control – a network savior for looping”. Pada saat itu, fitur broadcast storm memang cukup menolong dalam beberapa instalasi jaringan yang saya alami. Looping memang masih bisa terjadi, walaupun dengan fitur tersebut, maka CPU utilization tidak akan mencapai 100% sehingga switch masih bisa bekerja melayani proses switching. Bagi yang belum membaca artikel di atas, mungkin bisa dengan mudah mengatakan, kenapa tidak mengaktifkan saja fitur Rapid Spanning Tree untuk mencegah looping ? Tentu saja tidak semudah itu, karena RSTP hanya berjalan pada switch yang mendukung RSTP atau STP. Apa yang terjadi apabila ada banyak switch yang unmanaged, atau tidak mendukung STP, namun ada user yang dengan ‘sengaja’ maupun tidak sengaja menancapkan kabel UTP dari salah satu port menuju port lain nya di VLAN yang sama di switch yang sama ? Tentu akan terjadi looping, bukan ?
Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut.
Cara mengaktifkan fitur loop detection pun sangat mudah, yaitu dengan mengetik :
awplus(config)# loop-protection loop-detect [ldf-interval<period>] [ldf-rx-window <frames>]
Di mana ldf-interval adalah setiap berapa detik switch akan mengirimkan paket LDF, sedangkan ldf-rx-window adalah menunjukkan jumlah frame LDF yang diterima untuk memutuskan switch untuk mengambil action karena terjadi loop pada jaringan.
Ada beberapa action yang bisa diambil, dapat dilihat dari command line parameter berikut :
awplus(config-if)# loop-protection action {learn-disable|linkdown|log-only|port-disable|vlan-disable|none}
(perintah diketik pada config-interface, bukan config global !)
Secara default, switch akan memilih action vlan-disable pada semua port nya.
Pada uji coba sederhana, dipergunakan 2 buah switch, yaitu 1 buah switch x900-24XT dan switch lainnya. Switch yang kedua berfungsi seolah-olah sebagai unmanaged switch, yang tidak bisa dikonfigurasi dengan apapun.

Dalam percobaan yang pertama, kabel #1 dipasang, setelah itu kabel #2 sengaja dipasang untuk menciptakan loop. Setelah beberapa saat, maka port #2 akan diblocking, sehingga loop tidak terjadi, dan PC A dapat terus mengakses ke PC B tanpa ada masalah.
Dalam percobaan kedua, pada switch kedua diloop kabel dari satu port ke port yang lain pada switch yang sama. Setelah beberapa saat, maka PC A tidak bisa berkomunikasi dengan PC B, namun PC A tetap bisa mengakses switch x900, karena kabel yang menghubungkan x900 ke switch kedua mengalami blocking secara otomatis.
Dengan adanya fitur ini, saya cukup yakin akan banyak membantu dalam implementasi switching di jaringan manapun, karena looping pada layer 2 adalah hal yang sangat susah untuk ditelusuri, dan amat mudah bisa terjadi, terutama apabila banyak port-port terbuka yang tidak secara administratively disabled.
Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut
mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut.
Sekitar pertengahan tahun lalu, saya juga menulis artikel berjudul “Broadcast Storm Control – a network savior for looping”. Pada saat itu, fitur broadcast storm memang cukup menolong dalam beberapa instalasi jaringan yang saya alami. Looping memang masih bisa terjadi, walaupun dengan fitur tersebut, maka CPU utilization tidak akan mencapai 100% sehingga switch masih bisa bekerja melayani proses switching. Bagi yang belum membaca artikel di atas, mungkin bisa dengan mudah mengatakan, kenapa tidak mengaktifkan saja fitur Rapid Spanning Tree untuk mencegah looping ? Tentu saja tidak semudah itu, karena RSTP hanya berjalan pada switch yang mendukung RSTP atau STP. Apa yang terjadi apabila ada banyak switch yang unmanaged, atau tidak mendukung STP, namun ada user yang dengan ‘sengaja’ maupun tidak sengaja menancapkan kabel UTP dari salah satu port menuju port lain nya di VLAN yang sama di switch yang sama ? Tentu akan terjadi looping, bukan ?
Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut.
Cara mengaktifkan fitur loop detection pun sangat mudah, yaitu dengan mengetik :
awplus(config)# loop-protection loop-detect [ldf-interval<period>] [ldf-rx-window <frames>]
Di mana ldf-interval adalah setiap berapa detik switch akan mengirimkan paket LDF, sedangkan ldf-rx-window adalah menunjukkan jumlah frame LDF yang diterima untuk memutuskan switch untuk mengambil action karena terjadi loop pada jaringan.
Ada beberapa action yang bisa diambil, dapat dilihat dari command line parameter berikut :
awplus(config-if)# loop-protection action {learn-disable|linkdown|log-only|port-disable|vlan-disable|none}
(perintah diketik pada config-interface, bukan config global !)
Secara default, switch akan memilih action vlan-disable pada semua port nya.
Pada uji coba sederhana, dipergunakan 2 buah switch, yaitu 1 buah switch x900-24XT dan switch lainnya. Switch yang kedua berfungsi seolah-olah sebagai unmanaged switch, yang tidak bisa dikonfigurasi dengan apapun.
Dalam percobaan yang pertama, kabel #1 dipasang, setelah itu kabel #2 sengaja dipasang untuk menciptakan loop. Setelah beberapa saat, maka port #2 akan diblocking, sehingga loop tidak terjadi, dan PC A dapat terus mengakses ke PC B tanpa ada masalah.
Dalam percobaan kedua, pada switch kedua diloop kabel dari satu port ke port yang lain pada switch yang sama. Setelah beberapa saat, maka PC A tidak bisa berkomunikasi dengan PC B, namun PC A tetap bisa mengakses switch x900, karena kabel yang menghubungkan x900 ke switch kedua mengalami blocking secara otomatis.
Dengan adanya fitur ini, saya cukup yakin akan banyak membantu dalam implementasi switching di jaringan manapun, karena looping pada layer 2 adalah hal yang sangat susah untuk ditelusuri, dan amat mudah bisa terjadi, terutama apabila banyak port-port terbuka yang tidak secara administratively disabled.
Label:
ilmu komputer dan Jaringan
Langganan:
Postingan (Atom)