Blogger Tempelet

Rabu, 22 Desember 2010

Tutorial Lengkap Ubuntu Server bahasa Indonesia


Baru baru ini saya sedang giat untuk mempelajari membuat router warnet kesayangan saya yang mana router itu berfungsi sebagai antivirus, firewall, proxy server,... selama sebulan ini saya mencoba dan telah mencoba beberapa router instan dari linux dan semuanya wah,.. mantabhhh,... Belakangan ini akses internet dari ISP terkadang turun drastis, kemungkinan Bandwidth dari ISP udah mulai overload itulah mengapa saya sangat ngotot mempelajari dan membuat router dari linux, Dengan menggunakan router complete seperti itu internet menjadi lancar bisa menghemat bandwidth dan keamanan jaringan bisa meningkat,..
Beberapa hari yang lalu saya mencoba membuat router di warnet saya menggunakan Clarkconnect, tapi sekarang saya ingin mencoba membuat router completed menggunakan ubuntu server, tadi saya jalan jalan menggunakan paman google saya menemukan tutorial lengkap ubuntu server, settingannya sangat complete,
Keterangan isi dari tutorial
Bahasa = Indonesia, Dilengkapi dengan keterangan gambar,..settingannya dipercontohkan menggunakan ubuntu server 8.10 dan settingan speedy, tapi jangan kuatir anda bisa menggunakan tutorial tersebut untuk ubuntu 9.10 atau versi lainnya dan menggunakan koneksi internet selain speedy tapi harus diubah sedikit

nah sekarang saya juga sedang mempelarinya,.. mari belajar bersama
jika berminat dan membutuhkan silahkan
download tutorialnya ==>DISINI<==

ClarkConnect sebagai Proxy Mikrotik

parent proxyJika kita berlangganan Internet pada sebuah Vendor ISP pasti kita mendapatkan lebih dari 2 IP Public.  Ada yang 4, 6 dan seterusnya tergantung dari besarnya bandwiht yang kita sewa. Nah.. kadang pula kita hanya pakai 1 IP Public  untuk internet, yang laen nganggur. Pahahal kita bisa pakai untuk web server, file server, proxy server dan lain lain. Nah untuk itu penulis mencoba “sharing” dari apa yang telah penulis lakukan untuk bisa di oprek juga oleh yang lain. Kali ini penulis menggabungkan Mikrotik dan Clarkconnect sebagai proxy.
ClarkConnect sebagai Proxy Mikrotik merupakan hasil oprek penulis dan sudah di running dan bejalan dengan baik. Hasil yang diperoleh adalah naiknya upload bandwith dari sekitar 100 Kbps bisa mencapai 400Kbps lebih. Jujur saja penulis sendiri awal mula juga terkejut dengan hasil speed test yang menunjukkan  kenaikkan upload.  Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kecepatan internet.  Setelah memonitor jalannya kedua OS ini ternyata ClarkConnect menyimpan Cache yang cukup besar sehingga mampu mendongkrak proxy dari Mikrotik itu sendiri. Jadi intinya cache yang tersimpan di ClarConnect akan di ambil oleh Mikrotik pada saat client mengakses internet.
Adapun spesifikasi yan penulis gunakan adalah sebagai berikut:
  1. ClarkConnect
ü      Prosesor Intel Dual Core 2,8Ghz
ü      320 GB Hardisk Sata
ü      2GB DDR2 RAM
ü      2 NIC 3com
  1. Mikrotik
ü      Prosesor Intel 2.0 GHz
ü      Hardisk 80GB sebagai Primary ata
ü      Hardisk 80GB sebagai Slave ata (optional)
ü      1GB DDR2 Ram
ü      2 NIC  (1 on board dan 1 PCI 3com)
Catatan: Spek diatas adalah option, sesuaikan dengan peralatan yang ada
Sebetulnya tidak terlalu ribet jika anda sudah paham dengan clarkconnect maupun mikrotik. Namun bagi para pemula diperlukan minimal 3 bungkus rokok dan 1 poci kopi untuk ngoprek.. huahahahaha.. guyon aja boz… OK meluncur ke TKP aja yo..
Berikut ini adalah skema konfigurasi nya
skema konfigurasi
Langkah-langkah nya :
  1. Perhatian, untuk IP address penulis tidak menampilkan disini, karena masing-masing administrator sudah paham akan IP Public, dan IP local. Dengan petunjuk gambar di atas kiranya gampang di telaah dan di pahami.. kalo kurang paham ya harus paham… wakakakkaka….. Sambungkan Kabel dari ETH0 IP Public masing masing ke Switch Public, demikian juga dengan Kabe dari ETH1 IP Local masing-masing ke Swithc Local.
  2. Install Mikrotik  (liat di category Instan Mikrotik as Router) pastikan menjalankan Web-proxy  Mikrotik, selanjutnya TIDAK PERLU di Nat Redirect Port karena nantinya akan memakai Parent Proxy di ClarConnect.
  3. Pastikan pula dengan Mikrotik yang anda sudah set, Client bisa mengkases internet.
  4. Selanjutnya kita mengoprek ClarkConnect.
Sebelumnya penulis sampaikan bahwa Clarkconnect yang penulis install adalah versi 4.3 Community Editio (Gratisaaaannnn… kekeke). Versi ini pun sudah support SATA, namun jika anda mencoba versi 5.0 yg terbaru juga bagus.. penulis juga sudah mencoba 22 nya running well.  Bagi yang belum familiar dengan Clarkconnect silakan klik www.clarkconnect.com dan donwload versi community editionnya.  Intinya adalah pada saat installasi jangan lupa untuk mencentang web proxy agar squid nya juga ikut terinstall.
  1. Selanjutnya jita anda sudah selesai mengisntall clarckconnect, sebetulnya anda sudah bisa mengakases internet, akan tetapi squid proxy belum jalan, dan harus kita running kan secara remote untuk pertama kalinya. Untuk itu setelah anda selesai install anda perlu meremote clarkconnect anda dengan cara : ketikkan di browser anda : http://ip.co.id/ clarkconnect:81/admin kemudian anda liat dimenu services, pilih web proxy… aktifkan dan jalankan secara otomatis.
  2. Berikutnya  anda butuh program winscp (bisa di download di http://filehippo.com/download_winscp/ ) untuk mengkonfigurasi squid. Install winscp dan remote ip clarkconnect, masuk menu /etc/squid/squid.conf (double click) makan kita bisa liat isi dari squid.
  3. cari text yang berbunyi INSERT..  nah kita akan mengkonfigurasi acl disini. Sesuaikan konfigurasi squid anda seperti dibawah ini
# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR CLIENTS
# Exampe rule allowing access from your local networks. Adapt
# to list your (internal) IP networks from where browsing should
# be allowed
acl sex url_regex -i “/etc/squid/sex”
deny_info ERR_ACCESS_DENIED sex
http_access deny sex
acl our_networks src 192.168.1.0/24
http_access allow our_networks
Catatan :
Acl networdk src xxx.xxx.xxx.o/24 adalah otomatis terisi sesuai dengan ip yang anda masukkan saat instalasi clarkconnect, jika masih ada tanda # hilangkan agar aktif.
file sex adalah kumpulan block situs yang perlu anda masukkan ke squid, file sex dapat anda unduh di menu download blog ini. Setelah donwload file sex, gunakan winscp dan kopikan ke /etc/squid/
Selanjutnya cari dan sesuaikan konfigurasi squid seperti di bawah ini
cache_mem 128 MB
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
maximum_object_size 4096 KB
maximum_object_size_in_memory 8 KB
ipcache_size 1024
ipcache_low 90
ipcache_high 95
fqdncache_size 1024
setelah selesai mengkonfigurasi squid dan mengakrifkan, cobalah anda reboot clarkconnect anda. Kmudian doba remote dengan putty, login dan password, kemudian ketiikan # tail –f /va/log/squid/access.log  jika muncul akses client makan selamat.. squid transparant clarkconnect anda  sudah berjalan dengan baik.
8. Selanjutnya kita remote mikrotik, dengan winbox. (agar lebih mudah pasang 2 ip  dan 2 gateway di LAN Laptop anda agar bisa meremote 22 nya secara bersamaaan).  Masuk winbox, web proxy setting,
Nah.. kelihatan disitu ada Parent Proxy, centangi kotak Parent Proxy, isikan ip local Clarckconnect dan port nya. Seperti contoh pada gambar berikut :
parent proxy
Selanjutnya coba anda test speed bandwith anda untuk pertama kali nya dengan mengunjungi www.cbn.net sorot menu support pilih dan klik menu speed test.
Berikut ini penulis berikan hasil tidak menggunakan clarkconect dan menggunakan clarkconnect sebagai proxy
Hasil  sebelum proxy  diarahkan ke parent proxy ClarkConnect
speed-before
Hasil setelah proxy diarahkan ke parent proxy ClarkConnect
spee-after
Catatan: Usahakan untuk mengetes speed bandwith dalam keaadan tidak ada client yang sedang mengakses internet untuk mendapatkan realtime bandwith anda.
Demikian inti Tutorial ClarkConnect sebagai Parent Proxy Mikrotik . Mudah-mudahan membantu..

DHCP Server Di Windows XP Dengan Tftpd32

Sebenarnya Tftpd32 merupakan FTP server yang dilengkapi dengan fasilitas DHCP server, tapi saya lebih tertarik menggunannya sebagai DHCP server karena proses konfigurasinya yang sangat mudah. Fungsi FTP server kurang mentereng jika dibandingkan dengan FileZilla server dan Xlight FTP.

Paket Tftpd32 ini bisa didownload di http://tftpd32.jounin.net/tftpd32_download.html, ada beberapa jenis paket yang bisa dipilih yaitu installer lengkap, service edition dan source code. Versi terbaru adalah Tftpd32 v 3.33.

Saya memilih paket Tftpd32 Service Edition, karena tidak terlalu ribet untuk konfigurasi. Proses instalasinya juga cukup mudah.




Keterangan :

Eth0 : 192.168.1.2/24 ke modem speedy

Eth1 : 10.10.10.100/24 ke switch client

IP pool statrting address : IP address awal yang disewakan

Size of pool : Banyaknya IP yang mau disewakan

Boot file : Diisi boot file kalau menggunakan thinclient (optional)

Wins/DNS Server : Wins/DNS Server yang dipakai (saya pakai DNS speedy)

Default router : router / gateway

Mask : netmask

Domain Name : Nama domain (optional)

Kalau konfigurasi sudah benar klik Save, ada kotak dialog yang minta service di restart agar konfigurasi baru bisa berfungsi, bisa mengklik kanan tray icon Tftpd32 dan pilih Tftpd32 restart service atau buka service di Control Panel – Administrative Tools.



Mudah kan? Selamat mencoba.

Selasa, 21 Desember 2010

Membangun Jaringan Komputer: Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

1. Pendahuluan
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft,
menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah
jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi
sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun "lightsizing" yang
bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan
merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian
komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.
2. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek
pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University
yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan
sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses
tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga
beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu
ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time
Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam
proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang
pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
1

Gambar 1. Jaringan komputer model TSS
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat
komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi
(Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer
mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan
perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses
yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam
satu perintah dari komputer pusat.
Gambar 2. Jaringan komputer model distributed processing.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses
distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari
mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System)
saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal
yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka
sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa
WAN.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
2

3. Model referensi OSI dan Standarisasi
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah
aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan
bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang
dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik
dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO
(International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama
model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua
vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam
mengembangkan protokolnya.
Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi.
Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam
membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi
OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.
Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.
Model OSI
No
Lapisan
Aplikasi
TCP/IP
Protokol TCP/IP
Nama Protokol
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol)
Kegunaan
Protokol untuk distribusi IP
pada jaringan dengan jumlah IP
yang terbatas
Data base nama domain mesin
dan nomer IP
Protokol untuk transfer file
DNS (Domain
Server)
FTP(File
Protocol)
Name
Transfer
HTTP(HyperText
Transfer Protocol)
7
Aplikasi
MIME(Multipurpose
Internet Mail Extention)
NNTP (Networ News
Transfer Protocol)
POP(Post
Protocol)
Office
Protokol untuk transfer file
HTML dan Web
Protokol untuk mengirim file
binary dalam bentuk teks
Protokol untuk menerima dan
mengirim newsgroup
Protokol untuk mengambil mail
dari server
Protokoluntuktransfer
berbagai server file DOS dan
Windows
Protokol untuk pertukaran mail
SMB (Server Message
Block)
6
Presentasi
SMTP (Simple
Transfer Protocol)
Mail
SNMP (Simple Network
Management Protocol)
Telnet
Protokol
jaringan
untuk
manejemen
Protokol untuk akses dari jarak
jauh
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
3

TFTP (Trivial FTP)
NETBIOS(Network
BasicInputOutput
System)
5
Sessi
RPC (Remote Procedure
Call)
SOCKET
Protokol untuk transfer file
BIOS jaringan standar
Prosedur
jauh
pemanggilan
jarak
Input Output untuk network
jenis BSD-UNIX
Protokolpertukarandata
beroriantasi(connection
oriented)
Protokolpertukarandata
non-oriantasi (connectionless)
Protokol
routing
untuk
menetapkan
TCP(Transmission
Control Protocol)
4
Transport
Transport
UDP (User
Protocol)
Datagram
IP (Internet Protocol)
RIP(Routing
Information Protocol)
3
Network
Internet
ARP(Address
Resolution Protocol)
Protokol untuk memilih routing
Protokol untuk mendapatkan
informasi hardware dari nomer
IP
Protokol untuk mendapatkan
informasi nomer IP dari
hardware
Protokol untuk point ke point
RARP (Reverse ARP)
LLC
2
Datalink
Network
Interface
PPP (Point
Protocol)
to
Point
SLIP(Serial
Internet Protocol)
MAC
Line
Protokol dengan menggunakan
sambungan serial
Ethernet,FDDI,
ISDN, ATM
1
Fisik
Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan
oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI
(American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information
Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of
Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan
vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat
misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan
telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
4

Tabel 2. Badan pekerja di IEEE
Working
Group
IEEE802.1
Bentuk Kegiatan
Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level
Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium
Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
Standarisasi lapisan LLC.
Standarisasi lapisan MAC untuk
(10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
CSMA/CD
IEEE802.2
IEEE802.3
IEEE802.4
IEEE802.5
IEEE802.6
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB
(Metropolitan Area Network-Distributed Queue
Dual Bus.)
Grup pendukung BTAG (Broadband Technical
Advisory Group) pada LAN.
Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical
Advisory Group.)
Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital
Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN
Security.)
Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD
bersama IEEE802.3.
Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
Standarisasi masalah protocol CATV
IEEE802.7
IEEE802.8
IEEE802.9
IEEE802.10
IEEE802.11
IEEE802.12
IEEE802.14
4. Ethernet
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah
implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection)
yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas
kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel
2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in
yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base.
Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan
10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
5

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan
pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host
komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi
tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request)
pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan
demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat
ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi
alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan
angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.
Gambar 3. Contoh ethernet address.
48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan
bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode
perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh
vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di
http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html
Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet
Nomer kode
00:00:0C
00:00:1B
00:00:AA
00:00:4C
00:00:74
08:08:08
08:00:07
08:00:09
08:00:20
08:00:2B
08:00:5A
Nama vendor
Sisco System
Novell
Xerox
NEC
Ricoh
3COM
Apple Computer
Hewlett Packard
Sun Microsystems
DEC
IBM
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
6

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX,
AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer
dijaringan.
A. 10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai
media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna
kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai
resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa
sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah
jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.
Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer
(DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya
diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat
jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit.
Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.
Gambar 4. Jaringan dengan media 10Base5.
Gambar 5. Struktur 10Base5.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
7

B. 10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus.
(Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan
jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya
sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan
sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal
sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5
segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih
dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang
membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis
konektor dipakai jenis BNC.
Gambar 6. Jaringan dengan media 10Base5.
Gambar 7. Struktur 10Base2.
C. 10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti
terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya.
Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk
star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa
dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal
komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
8

Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.
Gambar 9. Struktur 10BaseT.
Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted
Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan
adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps.
Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4.
Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.
Kategori
Category 1
Aplikasi
Dipakai untuk komunikasi suara
(voice), dan digunakan untuk kabel
telepon di rumah-rumah.
Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair
dan bisa digunakan untuk komunikasi
data sampai kecepatan 4 Mbps.
Bisa digunakan untuk transmisi data
dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan
digunakanuntukEthernetdan
TokenRing.
Sama dengan category 3 tetapi dengan
kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
Category 2
Category 3
Category 4
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
9

Category 5
Bisa digunakan pada kecepatan
transmisi sampai 100 Mbps, biasanya
digunakanuntukFastEthernet
(100Base) atau network ATM.
D. 10BaseF
Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena
menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak
antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m).
Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output
(TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
Gambar 10. Struktur 10BaseF.
Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.
E. Fast Ethernet (100BaseT series)
Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri
100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya
diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi
seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali
(20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya
seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
10

5. Desain Jaringan
Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka
langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang
akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah
jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan
jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi
(ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa
yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan
gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama
(backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana
yang berbeda. Mungkin Tabel 5 bisa dibuat sebagai referensinya.
Tabel 5. Faktor-faktor mendesain LAN
Bus
Star
Topologi
Ring
Token
Ring
Token Bus
Mesh
Jenis
LAN
Kecepatan
Menengah (beberapa s/d 20
Mbps)
Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
Ultra (lebih dari 1 Gbps)
Media
transmisi
Tingkatan
LAN
Kabel (wireline)
Gelombang radio (wireless)
Utama (backbone LAN)
Biasa (floor LAN)
6. Penutup
Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah
jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan
pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari
segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian
ke-dua.

Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

1. Pendahuluan
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

2. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

gbr1.gif

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

gbr2.gif

3. Model referensi OSI dan Standarisasi
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera berikut ini.

Working Group Bentuk Kegiatan

Working Group Bentuk Kegiatan
IEEE802.1 Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC.
IEEE802.3 Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
IEEE802.6 Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
IEEE802.9 Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

4. Ethernet
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat berikut, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

Daftar vendor terkenal chip ethernet

Nomer kode Nama vendor
00:00:0C Sisco System
00:00:1B Novell
00:00:AA Xerox
00:00:4C NEC
00:00:74 Ricoh
08:08:08 3COM
08:00:07 Apple Computer
08:00:09 Hewlett Packard
08:00:20 Sun Microsystems
08:00:2B DEC
08:00:5A IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti berikut. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

gbr3.gif

Dalam berikut, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

gbr4.gif

10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

gbr9.gif

gbr10.gif

10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti berikut. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

gbr7.gif

gbr8.gif

Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat
Kategori Aplikasi
Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

10BaseF

Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

gbr11.gif

gbr12.gif
5. Desain Jaringan

Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. referensinya sebagai berikut.
Jenis LAN Topologi Bus
Star
Ring Token Ring
Token Bus
Mesh
Kecepatan Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)
Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
Ultra (lebih dari 1 Gbps)
Media transmisi Kabel (wireline)
Gelombang radio (wireless)
Tingkatan LAN Utama (backbone LAN)
Biasa (floor LAN)
6. Penutup

Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.

ROUTING STATIC



Host A

PC>ipconfig

IP Address......................: 10.1.4.2

Subnet Mask.....................: 255.0.0.0

Default Gateway.................: 10.1.4.1

Host B

PC>ipconfig

IP Address......................: 10.1.9.2

Subnet Mask.....................: 255.0.0.0

Default Gateway.................: 0.0.0.0

Host A ke Router A

PC>ping 10.1.4.1

Pinging 10.1.4.1 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=139ms TTL=252

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=119ms TTL=253

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=177ms TTL=251

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=155ms TTL=252

Ping statistics for 10.1.4.1:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 119ms, Maximum = 177ms, Average = 147ms

Host A ke Router B

PC>ping 10.1.5.2

Pinging 10.1.5.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=85ms TTL=254

Request timed out.

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=133ms TTL=254

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=125ms TTL=253

Ping statistics for 10.1.5.2:

Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 85ms, Maximum = 133ms, Average = 114ms

Host A ke Router C

PC>ping 10.1.7.2

Pinging 10.1.7.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=136ms TTL=253

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=114ms TTL=254

Request timed out.

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=113ms TTL=254

Ping statistics for 10.1.7.2:

Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 113ms, Maximum = 136ms, Average = 121ms

Host A ke Router D

PC>ping 10.1.8.2

Pinging 10.1.8.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=94ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=45ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=33ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=40ms TTL=255

Ping statistics for 10.1.8.2:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 33ms, Maximum = 94ms, Average = 53ms

Host A ke Host B

PC>ping 10.1.9.2

Pinging 10.1.9.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=207ms TTL=123

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=192ms TTL=124

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=190ms TTL=125

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=201ms TTL=123

Ping statistics for 10.1.9.2:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 190ms, Maximum = 207ms, Average = 197ms

Router A

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

C 10.1.4.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.5.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.6.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.7.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.8.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.5.2

Router B

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.5.1

C 10.1.5.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.6.0 is directly connected, FastEthernet2/0

C 10.1.7.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.8.0 [1/0] via 10.1.7.2

[1/0] via 10.1.6.2

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.7.2

[1/0] via 10.1.6.2

Router C

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

S 10.1.5.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

S 10.1.6.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

C 10.1.7.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.8.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

Router D

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

S 10.1.5.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

C 10.1.6.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.7.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

C 10.1.8.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.9.0 is directly connected, FastEthernet2/0

Analisa Host A ke Host B

PC>tracert 10.1.9.2

Tracing route to 10.1.9.2 over a maximum of 30 hops:

1 55 ms 42 ms 34 ms 10.1.4.1

2 82 ms 88 ms 71 ms 10.1.5.2

3 127 ms * 116 ms 10.1.7.2

4 156 ms 122 ms 196 ms 10.1.9.2

Trace complete.

Analisa Host B ke Host A

PC>tracert 10.1.4.2

Tracing route to 10.1.4.2 over a maximum of 30 hops:

1 50 ms 37 ms 45 ms 10.1.9.1

2 123 ms 100 ms 88 ms 10.1.7.2

3 132 ms 91 ms 147 ms 10.1.5.1

4 165 ms 177 ms 127 ms 10.1.6.1

Trace complete.

Kesimpulan

Bahwa Mahasiswa mampu untuk membuat jaringan yang letaknya saling berjauhan sehingga harus mamakai router yg banyak dan membuat alternative router apabila salah 1 router mengalami gangguan sehingga tidak membuat router terganggu ataupun terputus.

MACAM - MACAM ANTENA WIFI OMNI DIRECTIONAL DAN DIRECTIONAL

Antena omni directional adalah antena omni yang dapat diaplikasikan untuk RT RW net, ataupun hotspot. Antenna ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan tembaga pilihan yang berkualitas yang dilapisi perak. Konstruksi ini menjadikan performa antenna omni directional sangat bagus dan stabil.
Dengan kualitas inilah dapat menjadikan Antena Omni directional sebagai antenna unggulan dari OEM. Selain itu keunggulan yang lain yang dapat anda temukan adalah tentang kompetibilitas yang dimilikinya. antenna ini dapat digunakan untuk bermacam macam type WLAN baik itu Type B/G yang dapat bekerja pada frekuensi 2,3 GHz.

APLIKASI PENGGUNAAN :
•Applications: 2.3 GHz ISM Band
•IEEE 802.11b, 802.11g, 802.11n Wireless LAN
•Bluetooth®
•Public Wireless Hotspot
•WiFi
•Wireless Video Systems
•Multipoint Applications
FEATURE:
•Superior performance
•All weather operation
•Integral N-Female connector

Spesifikasi OM1523:
Spesifikasi OM1523:
Frequency : 2300-2400 MHz
Gain : 15 dBi
Polarization : Vertical
Vertical Beam Width : 8°
Horizontal Beam Width : 360°
Impedance : 50 Ohm
Max. Input Power : 100 Watts
VSWR : < 1.5
Connector: N-Female
Weight : 3.8 lbs (1.8kg)
Length : 110 Cm
Ada beberapa type antena yang biasa digunakan untuk WiFI pada Metropolitan Area Network, diantaranya :
•Omnidirectional Antena biasanya digunakan di Access Point (AP).
•Sectoral Antena biasanya digunakan di Access Point (AP).Jenis ini mempunyai gain lebih besar daripada omnidirectional antenna, tapi area cakupannya lebih kecil dari omnidirectional antenna.
•Directional Antenna biasanya digunakan untuk client. Mempunyai gain yang besar. Ada banyak macam type antena ini diantaranya adalah :
•Yagi
•Flat Panel
•Parabola
•Tincan antenna.

Sekarang adalah tentang bagaimana cara membuat antena WiFi yang bisa kita pakai dirumah (client). Disini akan dibahas tentang cara pembuatan Tincan antena dimana pembuatannya bisa dibilang mudah dan biayanya juga paling murah. Tincan = kaleng , bisa manfaatkan kaleng bekas jadi alat utamanya.

Cara membuat antena : Pada contoh ini diameter dari kaleng adalah 9 cm, dengan lebar 21.5cm. Buat sebuah lubang untuk omnidirectional antenna yang berukuran 2.6 cm panjangnya pada jarak 4.5 cm dari bagian bawah kaleng tersebut.

Omnidirectional antenna dibuat dengan cara menyolder 2.6 cm stick besi pada male konektor jenis N (N-type).Bisa juga dengan menambah sebuah mur pada stick besi agar panjang omnidirectional bisa disetting untuk mendapatkan panjang yang paling cocok untuk antena tersebut.Bagaimana cara membuat tincan antena dengan kaleng yang berukuran beda dengan contoh diatas ? Sebelum memutuskan untuk menggunakan ukuran kaleng yang berbeda, maka kita harus mencari kemungkinan kaleng itu bisa dipakai atau tidak. Kalkulasinya ada di alamat http://www.turnpoint.net/wireless/cantennahowto.html. Jika hasil kalkulasi lebih mendekati 2.4 GHz , berarti kalengnya lebih baik.

Macam-Macam Antena Wireless

1. Antena Omnidirectional

Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This pattern is often described as "donut shaped". Pola ini sering digambarkan sebagai "donat berbentuk". Omnidirectional antenna can be used to link multiple directional antenna in outdoor point-to-multipoint communication systems including cellular phone connections and TV broadcasts. Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran TV.

Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau stu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah.Yang ditunjukkan di bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal dengan pancaran 360-derjat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field.yang berbeda dengan, polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derjat, sedamgkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.

2. Antena Sectoral






Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.

Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.

Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.

Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

3. Antenna Grid



Antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer.
Sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya.

Mengembalikan data yang hilang dengan Free Undelete

Klo bicara masalah kehilangan data, pasti kita pernah mengalami. Dan banyak pula software yang menawarkan fasilitas tersebut tapi buntutnya kita harus beli software tersebut ato paling jelek kita meng-crack.

Tapi bukan berarti tidak ada program yang gratis untuk fungsi tersebut. Disinilah kelebihan “FreeUndelete”. Format hardisk yang didukung tidak hanya FAT tapi juga bisa digunakan pada format NTFS. Ukurannya juga kecil jadi tidak butuh aktu lama untuk downloadnya.

Penggunaannya pun relatif mudah, setelah menginstall tinggal di jalankan dan pilih lokasi pencarian di daftar Drive. Untuk memulai pencarian data yg hilang tiggal klik Scan yg terletak diatas daftar drive.

Setelah data yg dicari ketemu dilanjutkan ketahap restorasi, dan anda bisa klik Undelete untuk mengembalikan data yang hilang.

Membuat efek bintang jatuh pada blog

Masuk blog anda>>Pilih Tata Letak>>Tambah Gadgets>>html/Javascript>>masukan kode berikut



Tulisan yang berwarna hijau ganti dengan kode warna di bawah ini, sesuai dengan selera anda
Black Blue Cyan Green Orange Purple Red Silver White Yellow

Pasang jam diblog

Banyak sekali sahabat blogger baru yang menanyakan bagaimana cara pasang jam di blogger, aksesoris ini ternyata banyak juga peminatnya terutama loe loe yang sangat mengetahui akan arti kecantikan yang akan dituangkan dalam sebuah blog. Jujur gue sangat tidak menyarankan untuk memasang jam pada blog kalian, selain bikin lambat page load juga kurang terlalu berguna.Walaupun sudah banyak para blogger yang mengetaui cara pasang jam ini tapi tidak begitu bagi blogger pemula yang baru memulai membuat blog tentu perlu tahapan dan bimbingan jadi gak ada salahnya untuk memasang aksesoris ini jika dirasa berguna :). Layanan gratis aksesori jam sangat banyak, namun kali ini gue hanya menjelaskan cara pasang jam menggunakan layanan gratis dan paling banyak digunakan http://www.clocklink.com/

Langkah-langkah pasang jam di blogger sebagai berikut:

1. Klik alamat http://www.clocklink.com/
2. Kemudian pilih tab Gallery atau klik aja disini http://www.clocklink.com/gallery.php
3. Pilih Gallery sesuai selera atau tema blog, misalnya sobat memilih animal lalu klik link "animal" tersebut
4. Pilih gambar yang ingin sobat gunakan, lalu klik "view html" dibawah gambar jam.
5. Kemudian akan keluar halaman box lisensi dari layanan ClockLink, pilih aja tombol "Accept"
6. Pada halaman box selanjutnya kalian dapat memilih salah satu code, sebaiknya pilih kode yang atas.
7. Copy atau Simpan kode yang telah dipilih untuk sementara waktu
8. Lalu kembali masuk kehalaman blogger, pilih Elemen halaman -> Tambahkan sebuah Elemen Halaman -> pilih HTML/JavaScript -> lalu Copy/Paste code tersebut, dan jangan lupa disimpan
9. Selesai :) dan lihat hasilnya

Menampilkan semua file yang terhidden

Pernah file dan/atau folder-folder kamu hilang karena komputer terserang virus? Tenang…! Tidak perlu panik dulu. Tulisan kali ini akan membahas tutorial bagaimana mengembalikan file dan folder yang “hilang” (sebenarnya hanya ter-hidden alias disembunyikan) oleh virus. Meski kasus ini sudah lama ada, virus-virus baru masih saja hobi mengulangi kasus meng-hidden file seperti ini.
Perlu ditekankan bahwa file dan folder yang bisa dikembalikan menjadi normal adalah file atau folder yang “hanya” disembunyikan oleh virus. File dan folder yang benar-benar hilang atau terhapus tidak bisa dikembalikan lagi, kecuali menggunakan sistem restore.
Okeh, kita mulai tutorial bagaimana menampilkan kembali file dan folder yang di-hidden oleh virus:
1. Buka Start >> Run lalu ketik CMD. Maka sebuah comment prompt (atau DOS) akan muncul.
2. Pada keadaan awal, comment prompt akan menuju lokasi C:\Document and Settings\[nama user komputer kamu]> .
comment-prompt
3a. Arahkan lokasi comment prompt ke drive/folder yang file-file nya terhidden karena virus.
3b. Misalnya korban virus kali ini adalah drive E, maka kamu tinggal ketik E: lalu tekan enter.
3c. Andai bagian drive E yang terserang hanya satu folder, maka setelah melakukan langkah 3b, ketik cd[spasi][dobel kutip buka][nama folder][dobel kutip tutup] dan tekan enter. Misalnya, nama folder tersebut adalah “Belajar”, maka tampilan comment prompt akan menunjukkan lokasi E:\Belajar>.
4. Pada comment prompt, ketik attrib -s -h *.* /s /d
comment-prompt-mengembalikan-hidden-file

5. Untuk beberapa saat, comment prompt kamu tidak akan bereaksi. Artinya, komputermu sedang mengembalikan file/folder yang terhidden karena virus.
6. Bila comment prompt sudah menunjukkan lokasi E:\Belajar> kembali, artinya file-file kamu yang terhidden akan kembali terlihat.
7. Sekarang coba cek di windows explorer. Apakah file/folder yang awalnya terhidden tersebut telah “kembali”

loe juga bisa melakukan yang sebaliknya untuk melindungi file penting

Media transmisi wireless/nirkabel/unguided

Media transmisi Secara garis besar ada dua kategori media transmisi, yakni :
a. Guided media (media terpandu)
b. Unguided media(media tidak terpandu).
Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dan lain sebagainya.
1. Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan receiver)
2. Ada dua jenis transmisi

* Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada satu sasaran
* Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat diterima oleh banyak antena

3. Tiga macam wilayah frekuensi

* Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
* Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
* Gelombang inframerah

Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium (biasanya udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektomagnetik dari medium sekitarnya. Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat bagian yaitu:
1. Gelombang Mikro Terrestrial (Atmosfir Bumi)
2. Gelombang Mikro Satelit
3. Radio Broadcast
4. Infra Merah
1. Gelombang Mikro Terrestrial

Deskripsi Fisik
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukuran diameternya biasanya sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanah untuk memperluas jarak antara antena dan mampu menembus batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa menara relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik dipasang pada jarak tertentu.
Aplikasi
Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi long-haul, sebagai alternative untuk coaxial cable atau serat optic. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit amplifier atau repeater daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara.
Pengguna gelombang mikro lainnya adalah untuk jalur titik-titik pendek antara gedung. Ini dapat digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data diantara Local Area Network. Gelombang mikro short-haul juga dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi khusus. Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan telepon local.
Krakteristik-karakteristik transmisi
Transmisi gelombang mikro meliputi bagian yang mendasar dari spectrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum di gunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial bandwidth dan berarti pula semakin tinggi rate data-nya. Sama halnya dengan beberapa sistem transmisi, sumber utama kerugian adalah atenuansi. Sehingga repeater dan amplifier ditempatkan terpisah jauh dari sistem gelombang mikro biasanya 10 sampai 100 km. Atenuansi meningkat saat turun hujan khusunya tercatat diatas 10 GHz. Sumber gangguan-gangguan yang lain adalah interferensi. Dengan semakin berkembangnya popularitas gelombang mikro, daerah transmisi saling tumpang tindih dan interferensi merupakan suatu ancaman. Karena itu penetapan band frekuensi diatur dengan ketat.
Band yang paling umum untuk sistem telekomunikasi long-haul adalah band 4 GHz sampai 6 GHz. Dengan meningkatkan kongesti (kemacetan) pada frekuensi-frekuensi ini, sekarang digunakan band 11 GHz. Band 12 GHz digunakan sebagai komponen sistem TV kabel. Saluran gelombang mikro juga digunakan untuk menyediakan sinyal-sinyal TV untuk instalasi CATV local; sinyal-sinyal yang kemudian didistribusikan kepelanggan melalui kabel coaxial. Sedangkan gelombang mikro dengan frekuensi lebih tinggi digunakan untuk saluran titik ke titik pendek antar gedung. Biasanya digunakan band 22 GHz. Frekuensi gelombang mikro yang lebih tinggi lagi tidak efektif untuk jarak yang lebih jauh, akibat meningkatnya atenuansi, namun sangat sesuai untuk jarak pendek. Sebagai tambahan, semakin tinggi frekuensi, antenanya akan semakin kecil dan murah.
2. Gelombang Mikro Satelit

Deskripsi fisik
Satelit komunikasi adalah sebuah stasiun relay gelombang mikro. Dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai stasiun bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu band frekuensi (uplink), amplifier dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentransmisikannya ke frekuensi yang lain (downlink). Sebuah satelit pengorbit tunggal akan beroperasi pada beberapa band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel, atau singkatnya transponder.
Ada dua konfigurasi umum untuk komunikasi satelit yang popular yaitu:

* Satelit digunakan untuk menyediakan jalur titik-ke titik diantara dua antena dari dua stasiun bumi
* Satelit menyediakan komunikasi antara satu transmitter dari stasiun bumi dan sejumlah receiver stasiun bumi.

Agar komunikasi satelit bisa berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner dengan memperhatikan posisinya diatas bumi. Sebaliknya, stasiun bumi tidak harus saling berada digaris pandang sepanjang waktu. Untuk mrnjadi stasioner, satelit harus memiliki periode rotasi yang sama dengan periode rotasi bumi. Kesesuaian ini terjadi pada ketinggian 35.784 km.
Dua satelit yang menggunakan band frekuensi yang sama, bila keduanya cukup dekat, akan saling mengganggu. Untuk menghindari hal ini, standar-standar terbaru memerlukan 4 derajat ruang.
Aplikasi
Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama pentingnya dangan serat optic. Aplikasi-aplikasi terpenting untuk satelit lainnya diantaranya adalah:

* Distribusi siaran televisi
* Transmisi telepon jarak jauh
* Jaringan bisnis swasta

Beberapa karakteristik komunikasi satelit dapat diuraikan sebagai berikut:

1. akibat jarak yang panjang terdapat penundaan penyebaran (propagation delay) kira-kira seperempat detik dari transmisi dari suatu stasiun bumi untuk di tangkap oleh stasiun bumi lain. Disamping itu muncul masalah-masalah yang berkaitan dengan control error dan flow control.
2. gelombang mikro merupakan sebuah fasilitas penyiaran, dan ini sudah menjadi sifatnya. Bebarapa stasiun dapat mentransmisikan ke satelit, dan transmisi dari satelit dapat diterima oleh beberapa stasiun.

GAMBAR: Jalur Titik-ke-Titik Gelombang Mikro Satelit
GAMBAR: Jalur Titik-ke-Titik Gelombang Mikro Satelit
Karena sifat siarannya, satelit sangat sesuai untuk distrbusi siaran televisi dan dipergunakan secara luas di seluruh dunia. Menurut penggunaan cara lama, sebuah jaringan menyediakan pemrograman dari suatu lokasi pusat. Program-program ditransmisikan ke satelit dan kemudian disiarkan ke sejumlah stasiun, dimana kemudian program tersebut didistribusikan ke pemirsa. Satu jaringan, public broadcasting service (PBS) mendistribusikan program televisinya secara eksklusif dengan menggunakan channel satelit, yang kemudian diikuti oleh jaringan komersial lainnya, serta sistem televisi berkabel yang menerima porsi besar dari program-program mereka dari satelit. Aplikasi teknologi satelit terbaru untuk distribusi televisi adalah direct broadcast satellite (DBS), dimana pada aplikasi tersebut sinyal-sinyal video satelit ditransmisikan secara langsung kerumah-rumah pemirsa. Karena mengurangi biaya dan ukuran antena penerima, maka DBS dianggap sangat visible, dan sejumlah channel mulai disiapkan atau sedang dalam taraf perencanaan.
GAMBAR: Jalur Broadcast Melalui Gelombang Mikro Satelit
GAMBAR: Jalur Broadcast Melalui Gelombang Mikro Satelit
Transmisi satelit juga dipergunakan untuk titik ke titik antar sentral telepon pada jaringan telepon umum. Juga merupakan media yang optimum untuk kegunaan luas dalam sambungan langsung internasional dan mampu bersaing dengan sistem terrestrial untuk penghubung internasional jarak jauh.
Juga terdapat sejumlah apliksi data bisnis untuk satelit. Provider satelit membagi kapasitas total menjadi beberapa channel dan menyewakan channel itu kepada user bisnis individu. Satu user dilengkapi dengan antena pada sejumlah situs yang dapat menggunakan channel satelit untuk jaringan swasta. Biasanya, aplikasi-aplikasi semacam itu sangat mahal dan terbatas untuk organisasi-organisasi yang lebih besar dengan peralatan canggih. Sebuah hasil untuk pengembangan baru dalam hal ini adalah sistem Very Small Aperture Terminal (VSAT), yang menyediakan alternatif biaya murah. Dengan mengacu pada beberapa aturan, stasiun-stasiun ini menbagi kapasitas transmisi satelit dari suatu stasiun pusat. Stasiun pusat dapat saling mengirimkan pesan dengan setiap pelanggannya serta dapat merelay pesan-pesan tersebut di antara pelanggan.
Karakteristik-karakteristik Transmisi
Jangkauan transmisi optimum untuk transmisi satelit adalah berkisar pada 1 sampai 10 GHz. Dibawah 1 GHz, terdapat derau yang berpengaruh dari alam, meliputi derau dari galaksi, matahari, dan atmosfer, serta interferensi buatan manusia, dari berbagai perangkat elektronik. Diatas 10 GHz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuansi yang parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer.
Saat ini sebagian besar satelit menyediakan layanan titik ke titik dengan menggunakan bandwidth frekuensi berkisar antara 5,925 sampai 6,425 GHz untuk transmisi dari bumi ke satelit (uplink) dan bandwidth frekuensi 4,7 sampai 4,2 GHz untuk transmisi dari satelit ke bumi (downlink). Kombinasi ini di tunjukkan sebagai band 4/6 GHz. Patut dicatat bahwa frekuensi uplink dan downlink berbeda. Sebuah satelit tidak dapat menerima dan mentransmisi dengan frekuensi yang sama pada kondisi operasi terus-menerus tanpa interferensi. Jadi, sinyal-sinyal yang diterima dari suatu stasiun bumi pada satu frekuensi harus ditransmisikan kembali dengan frekuensi yang lain.
Band 4/6 GHz berada dalam zona optimum 1 sampai 10GHz, namun menjadi penuh. Frekuensi-frekuensi lain pada rentang tersebut tidak tersedia karena interferensi juga beroperasi pada frekuensi-frekuensi itu, biasanya gelombang mikro terrestrial. Karenanya, band 12/14 lebih dikembangkan lagi (uplink:14 sampai 14,5 GHz ; downlink: 11,7 sampai a4,2 GHz). Pada band frekuensi ini, masalah-masalah mulai datang. Untuk itu, digunakan stasiun bumi penerima yang lebih kecil sekaligus lebih murah. Ini untuk mengantisipasi band ini juga menjadi penuh, dan penggunanya dirancang untuk band 19/29 GHz. (uplink 27,5 sampai 31.0 GHz; downlink: 17,7 sampai 21,2 GHz). Band ini mengalami masalah-masalah atenuansi yang lebih besar namun akan memungkinkan band yang lebih lebar (2500 MHz sampai 500 MHz).
3. Radio Broadcast

Deskripsi fisik
Perbedaan-perbedaan utama diantara siaran radio dan gelombang mikro yaitu, dimana siaran radio bersifat segala arah (broadcast) sedangkan gelombang mikro searah (point-to-point). Karena itu, siaran radio tidak memerlukan antena parabola, dan antena tidak perlu mengarah ke arah persis sumber siaran
Aplikasi
Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 kHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal siaran radio untuk band VHF dan sebagian dari band UHF: 30 MHz sampai 1 GHz. Rentang ini juga digunakan untuk sejumlah aplikasi jaringan data.
Karakteristik-karakteristik Transmisi
Rentang 30 MHz sampai 1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Tidak seperti k asus untuk gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah, ionosfer cukup trasparan untuk gelombang radio diatas 30 MHz. jadi transmisi terbatas pada garis pandang, dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih tinggi dari zona gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitive terhadap atenuansi saat hujan turun. Karena gelombangnya yang panjang maka, gelombang radio relative lebih sedikit mengalami atenuansi.
Sumber gangguan utama untuk siaran radio adalah interferensi multi-jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau obyek-obyek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi-jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan gambar ganda saat pesawat terbang melintas.
4. Infra Merah
Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga masalah-masalah pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu. Pada handphone dan PC, media infra merah ini digunakan untuk mentransfer data tetapi dengan suatu standar atau protocol tersendiri yaitu protocol IrDA. Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spektruk elektromagnetik dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang cahaya merah.

Macam-Macam Antena Jaringan


Access Point (AP) : berfungsi sebagai bridge antena jaringan wireless dengan jaringan kabel LAN melalui konektor RJ-45.Access point digunakan untuk memberikan servis pada jaringan wireless.Beberapa access point memiliki beberapa fungsi yang kompleks,seperi DHCP server,firewall,proxy server semua menjadi satu didalamnya.

Jaringan komputer : dua atau lebih komputer yang saling terhubung antara satu dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi.

Wireless : teknologi yang memungkinkan dua atau lebih computer untuk berkomunikasi menggunakan protocol jaringan standart, tapi tanpa menggunakan kabel jaringan

LAN : merupakan sebuah jaringan milik pribadi yang berada dalam suatu area yang berdekatan satu sama lain atau berada pada tempat yang sama seperti bangunan kantor atau pabrik.

MAN : kumpulan dari berbagai macam LAN yang saling berinteraksi satu sama lain. MAN pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor – kantor yang letaknya berdekatan sampai dengan antar kota satu dengan kota yang lain.

WAN : WAN dapat diartikan sekumpulan dari berbagai macam MAN yang saling terkoneksi dan berinteraksi satu sama lain yang jangkauannya mencakup negara bahkan benua.

Frekuensi : siklus lengkap perdetik dalam arah arus bolak-balik. Satuan standard frekuensi adalah hertz, yang disingkat dengan Hz





c. Antena
Alat yang digunakan untuk menambahkan daya pancar dari sinyal analog. Dan akan menyebarkan daya pancar melalui suatu medium udara. Antena mengkonversi gelombang elektrik menjadi gelombang elektromagnetik.Kekuatan antena untuk menerima atau mengirim sinyal dikenal sebagai gain/penguatan antena.Sedangkan satuan untuk mengukur penguatan antena adalah dBi.

Macam – macam antena terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.            Alat yang digunakan untuk menambahkan daya pancar dari sinyal analog. Dan akan menyebarkan daya pancar melalui suatu medium udara. Antena mengkonversi gelombang elektrik menjadi gelombang elektromagnetik.Kekuatan antena untuk menerima atau mengirim sinyal dikenal sebagai gain/penguatan antena.Sedangkan satuan untuk mengukur penguatan antena adalah dBi.

Macam – macam antena terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.        Antena Directional (Antena pengarah
2.                           Antena Omnidirectional
1. Antena Directional (Antena pengarah)
Jenis antena ini digunakan pada sisi client dan mempunyai gain yang sangat tinggi yang diarahkan ke Access Point

Contoh yang biasa digunakan dari jenis antena ini yaitu :
  1. Yagi
  2. Parabolic(parabola).
  3. Wajan Bolic

a. Yagi
§                   Digunakan untuk jarak pendek karena penguatannya rendah.
§                   Mempunyai penguatan antara  7 - 19 dBi






b. Parabolic (Parabola)
§    Digunakan untuk jarak menengah/sedang
§    Mempunyai penguatan antara18 - 28 dBi

 C. Wajan Bolic
Jenis antenna ini sering digunakan di sisi client pada jaringan RT/RW-net

2. Antena Omnidirectional
   Biasanya antena jenis ini digunakan pada Access Point(AP).Antena jenis ini mempunyai pola radiasi  360derajat.
    Contoh yang biasa digunakan dari jenis antena ini yaitu :
  1. Sectoral
  2. Omni

a. Sectoral
  1. Mempunyai penguatan antara 10 - 19 dBi
  2. Tingginya penguatan dikompensasi dengan pola radiasi yang sempit dari 45 - 1800




§            b. OMNI
  1.           Sering digunakan untuk sambungan point to multi point
  2.       Mempunyai penguatan sangat rendah yaitu 3 - 10 dBi